Mengajarkan Anak Mengenai Kebaikan yang Perlu Mereka Lakukan

Mengajar Anak tentang yang Baik yang Perlu Mereka Lakukan
Mengajar Anak tentang yang Baik yang Perlu Mereka Lakukan

Mengajari Anak Tentang Kebaikan – Anak-anak lahir dengan baik. Itu melekat pada kodrat mereka. Namun, saat berkembang, ini bisa berubah, terutama saat mereka di sekolah menengah.

Tidak jelas apa penyebab pergeseran tersebut. Kita tahu bahwa anak-anak meniru perilaku orang-orang penting dalam kehidupan mereka, dan tidak ada yang lebih penting daripada orang tua mereka. Seiring waktu, anak-anak juga dipengaruhi oleh banyak orang lain, termasuk guru, teman sebaya, selebriti dan politisi. Anak-anak melihat bagaimana orang-orang ini berperilaku, terkadang dengan cara yang negatif, dan mungkin mulai merasa bahwa hal itu dibenarkan untuk bertindak serupa.

Jadikan Anak Anda Bahagia dengan Baik

Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh Workshop Televisi Anak, orang yang sama yang membawa kita “Sesame Street,” orang tua merasa kebaikan lebih penting daripada kesuksesan akademis. Namun, menurut penelitian dari Making Caring Common, sebuah proyek dari Harvard Graduate School of Education, siswa percaya bahwa orang tua secara signifikan lebih memperhatikan prestasi akademik. Di suatu tempat di sepanjang jalan, pesan kebaikan sedang hilang.

Peneliti Sonja Lyubormirsky menemukan bahwa kebaikan adalah jalan menuju kebahagiaan. Melakukan tindakan kebaikan meningkatkan mood kita, membuat kita merasa lebih terhubung dan membantu kita merasa positif tentang diri kita dan orang lain. Meskipun demikian, kita hidup dalam budaya di mana bersikap tidak hormat tampaknya lebih disambut daripada bersikap baik.

Tips Mengajar Kebaikan untuk Anak Anda

Ada banyak cara untuk mengajarkan kebaikan. Itu hanya harus menjadi prioritas untuk Anda dan anak Anda. Berikut adalah beberapa saran:

  • Pimpin dengan contoh. Anak-anak mengamati, mendengarkan dan mengikuti. Sebagai orang tua, Anda memiliki pengaruh paling besar terhadap siapa pun dalam kehidupan anak Anda, bahkan jika tidak selalu merasa seperti itu. Luangkan waktu untuk melihat cara Anda bersikap baik (dan cara Anda tidak baik). Sadar akan kebutuhan untuk bersikap baik dan bertindaklah sesuai. Anak-anak Anda akan mengikutinya.
  • Ajarkan empati. Bicara tentang mengapa orang melakukan apa yang mereka lakukan. Ajarkan anak-anak Anda untuk memikirkan hal-hal dari sudut pandang orang lain, yang dapat membantu mereka memahami mengapa seseorang bertindak seperti mereka. Memahami motif seseorang dapat membantu meningkatkan empati seseorang terhadap orang itu. Dalam sebuah konflik, penting untuk meninjau kembali peran anak Anda dan untuk berbicara tentang bagaimana mereka mungkin ingin menangani hal-hal dengan cara yang berbeda.
  • Buat ember yang baik. Gunakan gagasan dari buku anak-anak “Minta Uap Anda Hari Ini?: Panduan untuk Kebahagiaan Harian untuk Anak-anak” oleh Carol McCloud. Mengisi ember lain bisa sesederhana menawarkan pujian, mengekspresikan penghargaan atau menulis catatan terima kasih. Mengambil waktu setiap hari untuk merenungkan bagaimana ember Anda terisi dan bagaimana Anda mengisi ember orang lain dapat meningkatkan perilaku positif.

Kita harus mengajari anak-anak kita bahwa kebaikan itu penting. Penting untuk menciptakan budaya di mana bersikap baik merupakan prioritas. Inilah saatnya untuk melawan melawan kenegatifan untuk membantu anak-anak kita menciptakan sebuah dunia yang didasarkan pada interaksi positif daripada permusuhan.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *